Metamorfosa Manusia Tangguh.
Belakangan ini aku mengalami beberapa hal dan kejadian yang tidak begitu menyenangkan di dalam hidup. Tidak terlalu memberatkan menurutku, tetapi masalah yang datang begitu banyak dari segala hal, sisi, dan kondisi yang membuat ku merasa begitu sangat tertekan.
Ku yakin semua manusia pernah mengalami kejadian dimana dirinya tak ingin berada di titik tersebut. Terkadang aku ingin mempercepat waktu agar kondisi seperti ini tidak ku rasakan sakitnya. Terkadang pula ku ingin memberhentikan waktu ketika sedang berada di zona nyaman.
Harus kah ku mengeluh?
Aku pernah mengeluh, bahkan aku pernah mencurahkan isi hati kepada manusia lain. Apa yang terjadi?? Seharusnya aku menyimpan semua dan bercerita hanya kepada Tuhan, namun aku begitu tak sabaran mendengar jawaban dari sang Tuhan. Makanya aku memberanikan diri bercerita keluh kesah kepada manusia yang tak seharusnya ku percayai. Maaf kan aku Tuhan. Ternyata benar, tidak ada satu orangpun yang dapat di percaya selain engkau.
Waktu berjalan begitu cepat. Hari demi hari terlewati dengan segala beban di hati. Ketika ku tak mampu menahan semua, terkadang aku tertawa dan air mata mengalir. Sungguh mata dan hati ini tidak bisa berkompromi dengan bibir. Untung saja aku tak terlihat lemah di depan manusia baik yang selalu hidup dalam persaingan demi tempat pertama yang ia inginkan. Mereka terlalu picik dan aku terlalu polos.
Aku pernah membaca sepotong paragraf yang sedikit menguatkan hati kecil ini.
“Kau tahu, Nak, sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu, suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bisa bertahan, tidak hancur, dia justeru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Keras. Kokoh. Mahal harganya.
Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasannya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh.” — Tere Liye
Seharusnya beberapa masalah akan cepat selesai jika ku bercerita bersamamu Tuhan, maafkan aku yang tidak begitu sabar menunggu jawaban dari dirimu. Aku hanya tidak terbiasa dengan kesendirian yang ku alami. Aku tidak terbiasa dengan masalah yang datang di saat bersamaan. Aku bingung, aku tak bisa memprioritaskan sesuatu yang penting karena semua hal yang terjadi itu terlalu penting bagi hidupku. Ku tak ingin menjadi beban di dunia ini, ku tak ingin semua masalah ini larut begitu lamanya.
Bantu aku Tuhan, agar kembali bersinar di jalanmu dengan segala kemampuan dan kerja keras yang telah ku lakukan. Aku telah patuh dan menjalankan kewajiban ku, aku telah belajar sabar dari semua kejadian ini. Kuharap semua ini akan kau bayar dengan kesuksesan yang gemilang di puncak hidupku dengan penuh kebahagiaan akan ku hentikan roda kehidupan agar tak kembali ke titik paling bawah di dalam hidup. Aku percayakan semua kepadamu.
Beri aku ketabahan dan manusia yang dapat menolong ku untuk keluar dari semua permasalahan yang ku hadapi sekarang. :)

Komentar
Posting Komentar